DANAU TOBA
|
KONDISI UMUM DANAU TOBA |
|
|
|
Danau Toba merupakan danau vulkanotektonis akibat proses tanah terban (Subsidence)yang terjadi karena bagian dalamnya berupa magma naik ke permukaan melalui celah tektonik membentuk gunung api. Ruang yang ditinggalkan oleh magma membentuk rongga di dalam kerak bumi dan kemudian beban di permukaan mengalami terban yang terpotong menjadi beberapa bagian. Bagian yang cukup besar berada di bagian tengah dengan posisi miring kearah barat berupa pulau Samosir dan bagian lain yang posisinya lebih rendahselanjutnya tergenang air membentuk danau. Erupsi magma dibagian barat yang muncul kepermukaan membentuk gunung api Pusuk Bukit sedangkan disekeliling bagian yang terban terbentuk dinding terjal atau Caldera Rim, secara lengkap bisa dilihat pada gambar samping (sumber : Masturyono, Phd. BMG).Dilihat dari aktifitas kegempaanya daerah Danau Toba termasuk daerah yang memiliki aktifitas kegempaan yang cukup tinggi, dimana aktifitas kegempaan ini dipengaruhi oleh patahan besar Sumatera. Jumlah kejadian Gempa daerah Danau Toba setiap tahunnya umumnya berkisar 100 kejadian.Kawasan Danau Toba termasuk kedalam Type E2 menurut klassifikasi Oldeman dan berdasarkan Schmidt dan Fergusson termasuk Type A. Curah hujan tahunan mencapai kurang lebih 2000 mm, Suhu udara berkisar antara 16,5 hingga 29,0 deg celcius, kelembaban udara rata-rata berkisar 85 %, arah angin dominan dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan rata-rata 3 knots. Kawasan Danau Toba mengalami 2 puncak hujan sepanjang tahun dimana puncak hujan pertama terjadi pada bulan April dan puncak kedua pada bulan Nopember.
|
|
PERUBAHAN IKLIM DAN PENGARUHNYA |
||||
|
|
||||
|
1. Dari gambar disamping dapat kita lihat bahwa Trend Suhu di Sumatera Utara pada umumnya menunjukkan kenaikan yang cukup significant yaitu sekitar 0.5 derajat Celcius dalam 30 tahun terakhir. Kondisi ini akan berakibat pada kemampuan udara dalam menampung uap air akan meningkat, sehingga berakibat curah hujan cenderung semakin meningkat dan fluktuatif. Hal ini menyebabkan musim hujan dan kemarau juga semakin tidak jelas, dan bervariasi.
2.Di kawasan Danau Toba terdapat areal hutan dataran tinggi yang cukup luas, areal pertanian, maupun lahan kering. Penutupan lahan yang paling dominan di daerah tangkapan hujan adalah rumput (89.561 ha) |
|
PREDIKSI KETERSEDIAAN AIR DANAU TOBA |
|
Gambar disamping menunjukan bahwa pada bulan Januari s/d Maret ketersedian air di Danau toba cukup banyak. Pada bulan April terjadi Peningkatan yang sangat tajam karena curah hujan sangat tinggi (Jauh diatas Normal), sedangkan bulan Juni curah hujan diprediksi akan menurun walaupun masih surplus air.Keterangan gambar :
CH : Curah Hujan AE : Actual Evapotranspirasi (Penguapan) ST : Storage Water (Kelengasan Tanah/Kadar Air Tanah) S : Surplus Air D : Defisit Air r-off : run off (Limpasan Permukaan) Untuk melihat PRAKIRAAN CUACA HARIAN KAWASAN DANAU TOBA ;Klik www.infobmg.com
|
daftar isi http://www.sumutprov.go.id/ongkam.php?me=ekosistem
No Comments Yet
Belum ada komentar.